Latar Belakang & Tujuan
Meskipun terlibat dalam volume latihan fisik terstruktur yang tinggi, atlet masters (MAs) tidak kebal terhadap Penyakit Arteri Koroner (CAD). Fenomena ini menyoroti paradoks antara gaya hidup aktif dan kerentanan terhadap patologi kardiovaskular. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi prevalensi dan karakteristik CAD pada populasi atlet masters, dengan penekanan pada identifikasi faktor risiko yang berkontribusi.
Metodologi Riset
Sebuah tinjauan sistematis komprehensif dilakukan dengan pencarian basis data PubMed, Medline, EMBASE, Web of Science, dan Cochrane Library pada tanggal 23 November 2024, mencakup literatur dari 1 Januari 2000. Atlet masters didefinisikan sebagai individu sehat berusia ≥35 tahun dengan riwayat latihan yang menunjukkan keterlibatan rutin dalam aktivitas olahraga. Kualitas studi dinilai menggunakan Appraisal tool for Cross-Sectional Studies (AXIS). Sebanyak 17 studi yang melaporkan berbagai ukuran CAD pada 2749 atlet masters (2127 pria, 622 wanita) memenuhi kriteria inklusi. Heterogenitas klinis dan metodologis yang signifikan di antara studi-studi yang disertakan menjadi tantangan utama dalam melakukan analisis kuantitatif yang akurat. Protokol tinjauan ini telah terdaftar di PROSPERO dengan nomor CRD42024607539.
Hasil & Temuan Utama
Temuan menunjukkan bahwa kalsium arteri koroner (CAC) terdeteksi pada proporsi signifikan atlet masters. Sebanyak 565 MA memiliki skor CAC > 0, dengan 179 dan 43 MA masing-masing melampaui ambang batas > 100 dan > 400. Bukti plak juga teridentifikasi pada setidaknya 458 MA, yang sebagian besar bersifat terkalsifikasi. Penyakit obstruktif (stenosis > 50%) terdiagnosis pada minimal 51 MA. Faktor risiko kardiovaskular konvensional, termasuk merokok, dislipidemia, hipertensi, dan diabetes, ditemukan prevalen dalam populasi ini, meskipun mereka adalah individu yang aktif secara fisik. Disproporsi yang signifikan teramati dalam representasi atlet masters wanita dan mereka dari negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam literatur yang ada.
Diskusi & Implikasi Klinis
Hasil tinjauan ini secara tegas menggarisbawahi bahwa atlet masters, terlepas dari regimen latihan intensitas tinggi dan jangka panjang mereka, tidak imun terhadap CAD. Latihan ketahanan jangka panjang dan intensitas tinggi mungkin berkaitan dengan perubahan fisiologis yang dapat mempredisposisi penyakit aterosklerotik. Prevalensi faktor risiko kardiovaskular konvensional seperti hipertensi dalam populasi ini memerlukan perhatian khusus. Ini menunjukkan bahwa strategi manajemen risiko saat ini mungkin tidak sepenuhnya memadai untuk atlet masters. Adopsi pendekatan yang lebih terindividualisasi untuk penilaian risiko kardiovaskular direkomendasikan untuk memandu deteksi dini CAD dan manajemen selanjutnya. Hal ini mencakup skrining yang lebih ketat dan manajemen proaktif terhadap faktor risiko seperti hipertensi, bahkan pada individu yang tampak bugar. Kesenjangan data terkait atlet wanita dan demografi dari negara berkembang juga menuntut penelitian lebih lanjut untuk pemahaman yang komprehensif.
Kesimpulan Akademis
Tinjauan sistematis ini menegaskan kerentanan atlet masters terhadap penyakit arteri koroner, yang sebagian dipicu oleh faktor risiko kardiovaskular konvensional dan potensi adaptasi terkait latihan jangka panjang. Diperlukan pendekatan yang lebih nuansa dan individual untuk penilaian risiko kardiovaskular yang memungkinkan deteksi dini dan intervensi yang tepat, termasuk manajemen agresif terhadap faktor risiko seperti hipertensi. Penelitian di masa depan harus fokus pada populasi yang kurang terwakili untuk membangun pemahaman yang lebih merata tentang CAD pada atlet masters.
Sumber: Sports medicine (Auckland, N.Z.), 2026 — Full Paper Access