Latar Belakang & TujuanHernia diafragmatika (DH) akuisita merupakan komplikasi langka namun serius yang dapat terjadi setelah transplantasi hati (LT) pada pasien pediatri. Manifestasi klinis yang tidak spesifik seringkali menunda diagnosis, berpotensi memperburuk prognosis. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan enam kasus pediatri yang mengalami DH pasca-LT, mengkarakterisasi presentasi klinis dan manajemen mereka, serta menyediakan tinjauan literatur terkini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran klinis.Metodologi RisetStudi ini merupakan serial kasus retrospektif yang melibatkan pasien pediatri yang didiagnosis DH pasca-LT dan menjalani tindak lanjut di Makassed Hospital, sebuah pusat rujukan tersier di Yerusalem Timur. Data pasien dikumpulkan dari catatan medis dalam rentang waktu Januari 2015 hingga Maret 2025. Informasi demografi, detail transplantasi, presentasi klinis, manajemen bedah, dan luaran diekstraksi secara cermat. Selain itu, tinjauan literatur komprehensif dilakukan untuk mengidentifikasi kasus-kasus DH pasca-LT pediatri yang telah dilaporkan sebelumnya. Populasi rujukan pasien pediatri LT dari wilayah ini selama periode studi diperkirakan mencapai 58 kasus, berdasarkan catatan rujukan Kementerian Kesehatan, yang memberikan konteks untuk estimasi insiden.Hasil & Temuan UtamaSebanyak enam kasus DH pasca-LT pediatri teridentifikasi dalam periode studi. Berdasarkan data rujukan Kementerian Kesehatan, estimasi insiden DH dalam populasi pasien LT pediatri dari wilayah ini adalah sekitar 10%. Usia median pasien saat menjalani LT adalah 43 bulan (rentang tidak disebutkan), dengan DH berkembang setelah interval median 5.5 bulan pasca-transplantasi. Mayoritas pasien (lima dari enam) menerima cangkok segmen lateral kiri, sementara satu pasien menerima cangkok lobus kiri. Presentasi klinis didominasi oleh distres pernapasan dan nyeri abdomen. Semua pasien menjalani perbaikan bedah primer yang segera. Komplikasi serius berupa iskemia usus yang memerlukan reseksi usus terjadi pada satu kasus. Rekurensi DH terdeteksi pada satu pasien. Penting untuk dicatat bahwa karena sifatnya sebagai serial kasus dan bukan studi komparatif, tidak ada signifikansi statistik (p-value) atau interval kepercayaan (confidence interval) yang dapat ditentukan untuk temuan-temuan ini.Diskusi & Implikasi KlinisMeskipun DH pasca-LT pada pasien pediatri adalah kejadian yang jarang, temuan dari serial kasus ini menegaskan bahwa kondisi ini merupakan komplikasi yang dikenal dan memerlukan perhatian. Insiden yang diperkirakan sekitar 10% dalam kohort ini menunjukkan bahwa DH, meskipun tidak umum, bukan merupakan anomali. Karakteristik klinis yang diuraikan, seperti usia median saat LT, waktu onset median DH, dan presentasi dominan distres pernapasan serta nyeri abdomen, dapat menjadi panduan penting bagi klinisi dalam meningkatkan indeks kecurigaan. Deteksi dini dan intervensi bedah yang tepat waktu adalah krusial untuk mencegah komplikasi serius seperti iskemia usus dan untuk mencapai luaran yang menguntungkan. Rekurensi yang diamati pada satu pasien juga menggarisbawahi perlunya follow-up jangka panjang dan teknik bedah yang optimal. Peningkatan kesadaran di kalangan tim transplantasi dan dokter anak sangat esensial untuk meminimalkan morbiditas yang terkait dengan komplikasi ini.Kesimpulan AkademisHernia diafragmatika pasca-transplantasi hati pada pasien pediatri, meskipun jarang, merupakan komplikasi yang signifikan dengan potensi morbiditas serius. Serial kasus ini menggarisbawahi estimasi insiden sekitar 10% dan pentingnya deteksi dini serta penanganan bedah yang segera. Pola presentasi klinis dan faktor risiko terkait jenis cangkok (segmen lateral kiri) yang diidentifikasi memberikan informasi berharga bagi praktik klinis. Peningkatan kesadaran dan strategi diagnostik yang proaktif sangat diperlukan untuk memastikan luaran pasien yang optimal.Sumber: Pediatric transplantation, 2026 — Full Paper Access