Latar Belakang & Tujuan
Massa otot rangka (SMM) merupakan indikator prognostik penting pada pasien kanker, dengan penurunannya sering diamati selama terapi sistemik. Namun, besaran dan variabilitas perubahan SMM di antara berbagai jenis kanker dan regimen pengobatan sistemik masih belum sepenuhnya dipahami. Penelitian tinjauan sistematis dan meta-analisis ini bertujuan untuk mengkarakterisasi perubahan SMM selama pengobatan kanker sistemik, didukung oleh estimasi kuantitatif gabungan.
Metodologi Riset
Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis dan meta-analisis yang terdaftar di PROSPERO (CRD42022308388). Pencarian literatur komprehensif dilakukan di basis data PubMed, Embase, dan Web of Science hingga April 2025. Kriteria inklusi meliputi studi longitudinal yang melaporkan SMM pada pasien kanker selama menjalani kemoterapi dan/atau imunoterapi (dengan atau tanpa terapi target). Sebanyak 78 studi (n=10.502) akhirnya diikutsertakan. Perubahan rata-rata terstandardisasi (SMC) digabungkan dalam analisis meta dengan model efek acak menggunakan estimasi likelihood maksimum terbatas (restricted maximum-likelihood estimator) dengan penyesuaian Hartung-Knapp. Heterogenitas diukur menggunakan statistik I². Penilaian risiko bias dilakukan dengan NIH Quality Assessment Tool for Observational Cohort and Cross-Sectional Studies.
Hasil & Temuan Utama
Sebanyak 78 studi dengan total 10.502 partisipan (52% laki-laki; usia median 64 tahun, rentang interkuartil [IQR]: 34-77) memenuhi kriteria inklusi. Meta-analisis yang melibatkan 59 studi (n = 6.373) secara konsisten menunjukkan asosiasi antara pengobatan kanker sistemik dan penurunan SMM yang signifikan secara statistik (SMC = -0.24; interval kepercayaan 95% [CI]: -0.29 hingga -0.20; I² = 92%). Penurunan ini setara dengan sekitar 5% massa otot rangka selama interval median 90 hari (IQR: 71-129) pada 62% studi yang melaporkan interval penilaian. Penurunan SMM paling jelas teramati selama periode kemoterapi (dengan atau tanpa terapi target). Penting untuk dicatat, meskipun efek yang diamati signifikan secara statistik, ukuran efek ini umumnya dikategorikan kecil berdasarkan ambang batas Cohen. Tingkat heterogenitas yang substansial (I² = 92%) juga teridentifikasi di antara studi yang dianalisis, mengindikasikan variasi yang tinggi antar studi.
Diskusi & Implikasi Klinis
Temuan dari meta-analisis ini mengonfirmasi bahwa penurunan massa otot rangka merupakan fenomena yang sering terjadi pada pasien kanker yang menjalani terapi sistemik, terutama kemoterapi. Meskipun ukuran efek secara keseluruhan dinilai kecil berdasarkan kriteria Cohen, penurunan SMM sebesar 5% dalam waktu singkat pada populasi yang rentan secara klinis dapat memiliki implikasi fungsional, kualitas hidup, dan prognostik yang substansial. Heterogenitas yang tinggi (I² = 92%) antar studi menunjukkan adanya variasi signifikan dalam populasi pasien, jenis kanker, regimen pengobatan, durasi studi, serta metode pengukuran SMM. Hal ini membatasi interpretasi estimasi gabungan tunggal dan menekankan perlunya pendekatan individual dalam pemantauan SMM. Secara klinis, temuan ini menggarisbawahi urgensi untuk mengimplementasikan skrining SMM yang lebih terstruktur dan mempertimbangkan intervensi nutrisi serta latihan fisik yang ditargetkan untuk mitigasi kehilangan otot, terutama pada pasien yang menjalani kemoterapi. Standarisasi metode penilaian SMM adalah krusial untuk penelitian dan praktik klinis di masa mendatang.
Kesimpulan Akademis
Meta-analisis ini secara definitif menunjukkan bahwa pasien kanker yang menjalani terapi sistemik, khususnya kemoterapi (dengan atau tanpa terapi target), sering mengalami penurunan massa otot rangka yang signifikan secara statistik (SMC = -0.24, 95% CI: -0.29 hingga -0.20). Namun, interpretasi estimasi gabungan tunggal dibatasi oleh heterogenitas substansial yang teridentifikasi (I² = 92%). Studi prospektif lebih lanjut dengan metodologi terstandarisasi sangat krusial untuk mengklarifikasi lintasan, mekanisme patofisiologis, dan implikasi klinis yang tepat dari kehilangan massa otot rangka, guna mengembangkan strategi manajemen dan intervensi yang lebih efektif dalam mendukung pasien kanker.
Sumber: Acta oncologica (Stockholm, Sweden), 2026 — Full Paper Access