Latar Belakang & Tujuan
Penyakit kardiovaskular (PKV) dan metabolik terus menjadi kontributor utama terhadap morbiditas dan mortalitas global. Asam folat, sebuah vitamin B esensial, telah lama dikaitkan dengan potensi penurunan risiko stroke dan beberapa indikator metabolik, utamanya melalui perannya dalam metabolisme homosistein dan jalur satu-karbon, serta kontribusinya pada produksi oksida nitrat. Namun, bukti mengenai asosiasi-asosiasi ini masih belum konklusif dan memerlukan sintesis komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap literatur yang ada guna mengevaluasi hubungan antara status folat (asupan diet, suplementasi, atau konsentrasi darah) dengan berbagai luaran kardio-metabolik.
Metodologi Riset
Penelitian ini mengadopsi desain tinjauan sistematis dan meta-analisis yang komprehensif, dengan pencarian literatur ekstensif dilakukan pada basis data medis utama meliputi MEDLINE, Embase, CINAHL, Cochrane Library, dan Database of Abstracts of Reviews of Effects. Pencarian mencakup publikasi sejak awal hingga Februari 2024, difokuskan pada tinjauan sistematis dan meta-analisis yang menginvestigasi hubungan antara folat (baik asupan diet, suplementasi, maupun konsentrasi darah) dengan luaran kardio-metabolik. Proses skrining, abstraksi data, dan penilaian risiko bias dilakukan secara duplikasi oleh dua peninjau independen untuk memastikan validitas dan reliabilitas. Kredibilitas bukti dinilai menggunakan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, mengklasifikasikan bukti menjadi tingkat ‘meyakinkan’ (convincing), ‘sangat sugestif’ (highly suggestive), atau ‘sugestif’ (suggestive). Protokol penelitian ini terdaftar di PROSPERO dengan nomor CRD42021265041.
Hasil & Temuan Utama
Dari proses seleksi yang ketat, teridentifikasi 113 asosiasi unik yang berasal dari 49 tinjauan sistematis dan meta-analisis. Mayoritas sintesis yang disertakan menunjukkan risiko bias yang rendah, dan estimasi risiko gabungan umumnya berasal dari uji coba intervensi atau kohort prospektif. Volume bukti yang lebih besar tersedia untuk luaran kardiovaskular komposit, penyakit jantung koroner (PJK), dan stroke dibandingkan dengan luaran kardio-metabolik lainnya. Namun, temuan kunci yang menonjol adalah bahwa **tidak ada satu pun asosiasi yang mencapai tingkat kredibilitas ‘meyakinkan’ atau ‘sangat sugestif’**. Enam asosiasi direksional dan lima asosiasi nol memenuhi kriteria untuk tingkat kredibilitas ‘sugestif’. Selain itu, tiga hubungan dosis-respons, yang semuanya berada pada tingkat kredibilitas ‘sugestif’, mendukung asosiasi antara asupan folat diet yang lebih tinggi dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Perlu dicatat bahwa bukti yang tersedia mengenai hubungan antara status folat dan luaran kardio-metabolik sebagian besar berfokus pada pencegahan sekunder penyakit kardio-metabolik dan secara substansial kurang merepresentasikan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs).
Diskusi & Implikasi Klinis
Hasil penelitian ini menyoroti keterbatasan volume dan cakupan bukti yang ada mengenai hubungan antara status folat dan penyakit kardio-metabolik. Meskipun beberapa asosiasi ‘sugestif’ telah teridentifikasi, ketiadaan bukti pada tingkat ‘meyakinkan’ atau ‘sangat sugestif’ mengindikasikan bahwa rekomendasi klinis yang kuat mengenai suplementasi folat atau target asupan diet spesifik untuk pencegahan primer atau sekunder penyakit kardio-metabolik masih belum dapat diformulasikan secara definitif. Temuan hubungan dosis-respons untuk asupan folat diet dan penurunan risiko PJK serta stroke, meskipun ‘sugestif’, menunjukkan potensi area untuk intervensi nutrisi. Namun, bukti ini perlu divalidasi melalui studi skala besar yang lebih kuat. Kesenjangan data dari LMICs sangat krusial, mengingat beban penyakit kardio-metabolik yang tinggi di wilayah tersebut. Implikasi klinis saat ini adalah bahwa sementara menjaga asupan folat yang adekuat merupakan bagian dari diet sehat secara umum, belum ada justifikasi kuat untuk merekomendasikan suplementasi folat secara spesifik sebagai strategi pencegahan utama atau terapi tunggal untuk penyakit kardio-metabolik berdasarkan bukti yang ada saat ini.
Kesimpulan Akademis
Secara keseluruhan, lanskap bukti ilmiah mengenai hubungan antara status folat dan penyakit kardio-metabolik masih terbatas baik dalam volume maupun cakupan. Meskipun beberapa asosiasi direksional, asosiasi nol, dan hubungan dosis-respons mencapai tingkat kredibilitas ‘sugestif’, tidak ada bukti yang memenuhi standar ‘meyakinkan’ atau ‘sangat sugestif’. Adanya fokus pada pencegahan sekunder dan representasi yang minim dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah merupakan keterbatasan signifikan. Oleh karena itu, studi skala besar lebih lanjut, dengan desain yang kuat dan inklusi populasi yang lebih beragam, sangat diperlukan untuk memvalidasi hubungan potensial antara status folat dan kejadian atau indikator kardio-metabolik.
Sumber: Journal of global health, 2026 — Full Paper Access