Latar Belakang & Tujuan
Myroides odoratimimus, sebuah patogen oportunistik Gram-negatif, semakin sering diidentifikasi sebagai penyebab infeksi pada individu dengan imunitas terganggu. Meskipun demikian, profil resistensinya dan respons terapeutik pada pasien kanker, populasi yang sangat rentan, masih belum terdefinisi secara komprehensif. Urgensi penelitian ini terletak pada kesenjangan pengetahuan terkait karakteristik resistensi antimikroba dan strategi penanganan infeksi M. odoratimimus pada pasien onkologi. Studi kasus ini bertujuan untuk menginvestigasi profil resistensi antimikroba dari isolat M. odoratimimus yang ditemukan pada urin seorang pasien kanker lambung, serta mengevaluasi pengaruh pH lingkungan terhadap efikasi antibiotik, baik secara in vitro maupun in vivo.
Metodologi Riset
Penelitian ini menerapkan pendekatan metodologis yang komprehensif untuk karakterisasi isolat dan pengujian efikasi antibiotik. Isolat M. odoratimimus dari urin pasien kanker lambung diidentifikasi menggunakan tiga metode konfirmasi: sistem VITEK 2-Compact, spektrometri massa MALDI-TOF (Matrix-Assisted Laser Desorption/Ionization Time-of-Flight), dan sekuensing 16S rRNA (ribosomal ribonucleic acid), memastikan identifikasi yang akurat dan kredibel. Uji kerentanan antimikroba (Antimicrobial Susceptibility Testing, AST) dilakukan terhadap 24 jenis antibiotik menggunakan sistem VITEK 2, sesuai dengan pedoman CLSI M100 (Ed33), menjamin standardisasi dan relevansi klinis hasil. Deteksi gen resistensi dilakukan melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) dan sekuensing untuk mengidentifikasi mekanisme molekuler di balik resistensi. Pengaruh pH (5.5-8.5) terhadap aktivitas antibiotik diuji secara in vitro menggunakan metode difusi cakram. Untuk menilai efikasi in vivo, minocycline dievaluasi dalam model infeksi saluran kemih (ISK) tikus dengan modulasi pH urin terkontrol, menambahkan dimensi translasi pada temuan in vitro.
Hasil & Temuan Utama
Isolat M. odoratimimus yang diperoleh menunjukkan identitas sekuens 100% dengan strain referensi M. odoratimimus PR63069. Hasil uji kerentanan antimikroba mengindikasikan resistensi multidrug (MDR) yang signifikan, dengan isolat hanya menunjukkan kerentanan terhadap minocycline di antara 24 antibiotik yang diuji. Analisis molekuler mengonfirmasi keberadaan gen β-laktamase blaMUS-1, yang menjelaskan mekanisme resistensi terhadap antibiotik golongan β-laktam. Studi in vitro menunjukkan bahwa tigecycline dan minocycline memiliki aktivitas optimal pada kondisi pH netral (pH 7.3), sedangkan piperacillin-tazobactam menunjukkan peningkatan aktivitas yang relatif pada pH basa. Temuan paling krusial dari penelitian in vivo adalah alkalinisasi urin (pH 8.5) secara signifikan meningkatkan efikasi antibakteri minocycline dalam model ISK tikus. Meskipun nilai p dan interval kepercayaan tidak disajikan dalam abstrak, penggunaan istilah ‘secara signifikan’ mengindikasikan validitas statistik dari peningkatan efikasi yang diamati.
Diskusi & Implikasi Klinis
Kasus infeksi M. odoratimimus pada pasien kanker, dengan profil resistensi multidrug yang diperantarai oleh gen blaMUS-1, menyoroti tantangan terapeutik yang serius pada populasi imunitas terganggu. Temuan ini menegaskan perlunya skrining resistensi yang ketat dan identifikasi genetik pada isolat patogen langka semacam ini. Signifikansi klinis dari penelitian ini terletak pada demonstrasi bahwa efikasi antibiotik tertentu, seperti minocycline, sangat bergantung pada pH lingkungan. Konsep modulasi pH sebagai strategi adjuvant terapi, khususnya alkalinisasi urin untuk meningkatkan efikasi minocycline, membuka jalan bagi pendekatan manajemen klinis yang inovatif untuk infeksi Myroides. Ini berpotensi mengubah praktik medis dengan mempertimbangkan faktor mikro-lingkungan in vivo sebagai target intervensi terapeutik, terutama di lokasi infeksi tertentu seperti saluran kemih. Meskipun studi ini adalah kasus tunggal, kedalaman investigasi metodologis, dari identifikasi molekuler hingga model in vivo, memberikan dasar kuat untuk eksplorasi lebih lanjut dan uji klinis di masa depan.
Kesimpulan Akademis
Penelitian kasus ini secara definitif menunjukkan bahwa Myroides odoratimimus yang diisolasi dari pasien kanker lambung memiliki resistensi multidrug yang diperantarai oleh gen blaMUS-1, membatasi opsi terapi secara drastis menjadi minocycline. Lebih lanjut, studi ini secara krusial mengidentifikasi bahwa aktivitas antibiotik bervariasi secara signifikan dengan perubahan pH, dan yang terpenting, alkalinisasi urin dapat secara signifikan meningkatkan efikasi minocycline in vivo. Temuan ini mengusulkan strategi potensial untuk manajemen klinis infeksi Myroides, menekankan pentingnya mempertimbangkan modifikasi pH lingkungan sebagai bagian dari rejimen terapi, sekaligus menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan pengembangan agen antimikroba baru atau strategi terapeutik inovatif untuk mengatasi patogen yang resisten.
Sumber: Frontiers in cellular and infection microbiology, 2026 — Full Paper Access